Management of Change

Ketrampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan  disaat krisis

Pada umumnya, manusia mempunyai sifat yang disebut  ‘homeostasis’ , yaitu puas dengan apa yang saat ini dimiliki dan membuatnya bahagia. Apakah kebahagian tersebut karena harta, posisi atau tahta, wanita, kekuasaan ataupun hal lainnya. Semakin penting dan berharga apa yang kita miliki, maka semakin erat kita berusaha mempertahankannya. Makin erat kita berpegang pada apa yang saat ini kita miliki, makin sulit untuk melakukan perubahan dan semakin sedih bahkan frustasi bila kita kehilangan milik kita tersebut. Seringkali kita lupa bahwa dalam kehidupan kita maupun dalam pekerjaan selalu terjadi perubahan. Perubahan dapat terjadi secara tiba-tiba, setiap saat dan setiap hari, seperti layaknya perubahan pagi menjadi siang, siang menjadi sore lalu menjadi malam. Ataupun perubahan karena kecelakaan, karena bencana yang terjadi secara tiba – tiba. Pada prinsipnya tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Kita harus sadar bahwa pada setiap perubahan menuntut kita untuk menyesuaikan diri.

Dalam bidang usaha perubahan secara besar terjadi sejak revolusi industry, dimana ditemukan mesin yang menggantikan tenaga manusia. Perubahan ini terus terjadi makin cepat dengan adanya revolusi teknologi, organisasi, ilmu pengetahuan, informasi, elektronika dan  perubahan yang terjadi karena krisis global yang bermula di Amerika Serikat pada 1998. Siapa sangka bahwa negara adidaya yang diagungkan semua orang dapat menyebabkan krisis global. Siapa sangka perusahaan raksaksa seperti Citibank, AIG dapat mengalami krisis, bahkan General Motor bisa bangkrut.

Yang terakhir adalah perubahan karena kemajuan software yang sering disebut ”market disruption” atau Prof. Rhenald Kasali menyebutnya Shifting. Perpindahan dari business model konvensional ke Business model cyber. Beberapa industri segera mengalami penurunan seperti Mainan anak, Banking, Retail dan Industri lain. Kita harus menyiapkan diri

Jenis  atau Type Perubahan

Ada berbagai perubahan yang dapat terjadi didalam organisasi kita, semua perubahan ini sebaiknya diantisipasi sehingga kita dapat menyesuaikan diri.

Perubahan yang terjadi bisa dalam bentuk sebagai berikut:

  • Perubahan yang terjadi secara alamiah:
    • Perubahan yang terjadi karena berkembangnya organisasi, perubahan ini bisa memberikan keuntungan bagi orang tertentu yang memperoleh jabatan baru. Namun bagi yang tidak memperoleh jabatan bisa kecewa, sakit hati dan melakukan tindakan yang merugikan semua pihak.
    • Kalau kita menyadari bahwa perubahan ini pasti terjadi, maka sebaiknya kita mempersiapkan diri, sehingga kalau jabatan atau posisi baru tersedia, kita sudah siap untuk menduduki posisi tersebut. Jika kita tidak mempersiapkan diri, jangan kecewa bila orang lain yang akan memperoleh jabatan baru ini
    • Perubahan jenis ini hanya akan menyakitkan bagi mereka yang tidak sadar akan terjadinya perubahan dan tidak menyiapkan diri, baik dari aspek mental, pengetahuan dan ketrampilan
  • Perubahan spontan:
    • Perubahan ini terjadi sebagai respon atas perubahan yang terjadi dilingkungan perusahaan, baik lingkungan makro maupun mikro yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan kita
    • Perubahan drastis dan serius dilingkungan makro yang biasa disebut sebagai PEST (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi) memaksa kita untuk menyesuaikan diri dengan cara melakukan perubahan. Keadaan politik yang menjadi tidak stabil, terjadinya krisis atau perubahan nilai mata uang, perubahan social dan penemuan teknologi baru memaksa kita untuk menyesuaikan diri dengan melakukan perubahan dan tentu dampaknya dirasakan oleh setiap anggota organisasi.
    • Jadi kita harus menyiapkan mental kita agar dapat menerima adanya perubahan spontan ini sehingga tidak frustasi dan tetap dapat berprestasi
    • Demikian pula bila terjadi perubahan mikro seperti kesulitan memperoleh supply dari supplier, adanya produk substitusi, persaingan serta perubahan pada pelanggan, tentunya memaksa perusahaan untuk menyesuaikan diri. Seberapa besar perubahan dalam organisasi tentu terkait dengan keseriusan perubahan mikro yang terjadi.
    • Jika Anda mengamati terjadinya perubahan lingkungan makro maupun lingkungan mikro yang serius, Anda sudah dapat mengantisipasi akan terjadi perubahan dalam organisasi, strategi perusahaan serta kebijakan perusahaan. Siapkan diri Anda agar dapat menyesuaikan dan tidak takut, sedih bahkan frustasi.
  • Perubahan yang direncanakan:
    • Seringkali perusahaan merencanakan suatu perubahan, bisa melakukan rotasi posisi, memindahkan lokasi, menggabungkan jenis usaha, menambah atau mengurangi karyawan, dll
    • Perubahan ini direncanakan oleh perusahaan yang diwakili oleh manajemennya
    • Tentu saja kita harus siap mental jika perubahan ini terjadi
  • Perubahan dari atas:
    • Perubahan ini terjadi atas inisiatif atasan, bisa bagian dari rencana , bisa juga perubahan spontan
    • Selama kita masih bekerja dalam perusahaan, kita harus dapat menerima perubahan dan tetap berprestasi
  • Perubahan partisipatif:
    • Perubahan ini terjadi dengan mengikut sertakan semua pihak
    • Tentunya jenis perubahan ini yang kurang menyakitkan anggota organisasi

Bagaimana manusia bereaksi terhadap perubahan:

Setiap perubahan dapat menimbulkan rasa takut, rasa khawatir dan bila serius bisa menimbulkan cemas bahkan putus asa. Hal tersebut terutama terjadi bila kita tidak mampu menyesuaikan diri secara sadar dan proporsional

Manusia juga cenderung menentang perubahan sesuai hukum “resistensi terhadap perubahan”, namun untuk menentang dan melawan suatu perubahan diperlukan  tenaga yang cukup besar dengan hasil yang tidak sesuai harapan, sehingga sebaiknya kita menerima perubahan secara sadar. Resistensi terhadap perubahan ini terjadi terutama bersumber pada ketidak pastian akan sebab dan dampak perubahan terhadap dirinya, karena tidak mau kehilangan hak dan benefits yang saat ini dinikmati dan merasa diri lemah dalam menghadapi perubahan tersebut.

Bagaimana Mengatasi Perubahan (Management Of Change):

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mengatasi perubahan disebut sebagai kemampuan Mengelola Perubahan atau Management Of Change. Dalam hal ini yang sebaiknya dilakukan adalah menerima perubahan secara sadar, menyesuaikan diri  terhadap perubahan dan mengendalikan perubahan tersebut dengan melaksanakan langkah-langkah tertentu.

Aribowo Prijosaksono dalam bukunya menulis 8 langkah kreatif dalam mengendalikan perubahan sebagai berikut:

  1. Menerima secara sadar perubahan atau situasi yang dihadapi
  2. Berusaha memiliki harapan untuk masa depan
  3. Fokus pada peluang yang ada
  4. Belajar dari pengalaman yang telah lalu
  5. Selalu mengambil hikmahnya ( Be Thankful)
  6. Menjadi bagian dari solusi
  7. Menciptakan proses penciptaan realitas baru
  8. Memutuskan apa yang diinginkan.

Dalam menghadapi krisis yang juga adalah suatu perubahan, reaksi seseorang dan langkah selanjutnya sangat dipengaruhi penerimaan atau persepsi  orang tersebut terhadap perubahan yang terjadi.

Apabila seseorang menerima perubahan sebagai ancaman, maka  akan timbul  Maintenance Cycle, orang ini akan defensive dan memiliki perasaan bingung, khawatir, takut, cemas, stress, kaku dan menutup diri, merasa sebagai korban, merasa pasti gagal dan pesimis.

Karena perasaan tersebut diatas maka Maintenance Cycle ini dimanifestasikan dengan kebijakan dan tindakan- tindakan: melakukan downsizing organisasi, bahkan PHK, menahan biaya yang tentunya menahan kegiatan ekspansi, menahan pembayaran, dan yang bahaya adalah membiarkan konflik

Apabila seseorang menerima perubahan atau menghadapi krisis sebagai peluang, maka akan timbul  Growth Cycle, orang ini akan memiliki  kekuatan, berani, mau mengambil risiko, selalu mencari peluang, fleksible, berfikiran jernih, kreatif dan berjuang untuk mencapai sasaran

Karena perasaan tersebut maka Growth Cycle ini dimanifestasikan dengan kebijakn dan tindakan – tindakan: Peremajaan tenaga kerja bahkan menambah tenaga kerja, fokus pada peluang, tidak menahan tapi negosiasi pembayaran, kritis terhadap biaya namun tidak langsung menahan dan melaksanakan strategi persatuan, mendekatkan diri pada staff dan pelanggan.

Dalam menghadapi perubahan, terserah pada kita , apakah akan menganggap perubahan ini sebagai ancaman atau sebagai peluang. Begitu pula dalam menghadapi krisis.

Yang terbaik tentu menerima perubahan sebagai peluang.

Pepatah mengatakan:

’Even God Can Not Change The Past‘ ( Agathon 450 – 400 th SM)

But

’With God We Can Create Our Future‘

 “Satu-Satunya Yang Abadi Adalah Perubahan,

Siapa Yang Tidak Mau Berubah Akan Punah“

Referensi:

  1. Who Moved My Cheese                     – Spencer Johnson, MD
  2. Create Your Own Cheese                    – Aribowo Prijosaksono
  3. Business Process Improvement          – J. James Harrington
  4. Marketing In Crisis                              – Rhenald Kasali